Rabu, 03 Maret 2010

Kasus Bank Century Menjadi Perbincangan Seluruh Masyarakat

Sampai saat ini belum diketahui aliran dana dari bank indonesia(BI) senilai kurang lebih 6,7 Triliun telah mengalir kemana. Dengan kasus Bank Century ini banyak sekali muncul masalah yang sampai masuk dalam politik sehingga menjadi semakin rumit dan sulit untuk diselesaikan. Kasus Bank Century yang berlarut-larut sampai saat ini sehingga banyak para nasabah yang menanyakan dan meminta uangnya segera dikenbalikan,dengan cara melakukan orasi-orasi dengan cara mereka sendiri ada yang mendatangi pansus dengan memperlihatkan rekening depositonya agar uangnya dikembalikan ada juga yang melakukan aksi nekad dari nasabah Bank Century misalnya membakar ban di depan gedung MPR-DPR. Itulah wujud dari demokrasi para nasabah Bank Century yang terjadi di Indonesia. Nasabah tersebut kecewa karena pemerintah dinilai karena telah gagal menyelamatkan Bank tersebut.

Kamis, 25 Februari 2010

sistem basis data relasional

Basis Data atau DataBase, adalah sebuah kumpulan-kumpulan dari suatu data informasi yang sistematik dan dapat diolah oleh suatu program computer untuk kepentingan tertentu. Sedangkan Sistem Manajemen Basis Data Relasional atau Relational DataBase Management System (RDBMS) adalah seperangkat program computer yang dikonstruksi untuk memanejemen suatu basisdata sebagai sekumpulan data yang disimpan secara terstruktur dan dapat dikenai opreasi-operasi tertentu atas data sebagai suatu permintaan (Query).
Sebenarnya sebelum masa pecahnya Revolusi Industri, istlah ini senantiasa indentik dengan buku besar, kwitansi dan kumpulan data yang berhubungan dengan bisnis. Konsepsi mendasar dari basisdata ialah kumpulan dari catatan, potongan pengetahuan dan fakta yang dapat distrukturisasi. Sebuah fakta atau data yang terstruktur senantiasa disebut sebagai skema. Menurut ANSI/SPARC skema sistem basis data/ arsitektur basis data terdiri dari 3 level, yaitu:
1. Skema Internal atau Internal/Physical Level
Skema yang berhubungan dengan bagaimana data disimpan secara fisik. Skema ini adalah level terendah dalam mempresentasikan basis data yang dimana record disimpan sebagai byte pada storage.
2. Skema Eksternal atau Eksternal/View Level
Skema yang berhubungan bagaimana menyajikan suatu basis data dari sisi setiap user. Skema ini membatasi user berdasarkan perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan dalam membangun aplikasi basis data.
3. Skema Konseptual atau Conceptual/Logical Level
adalah skema yang menghubungkan skema internal dengan skema eksternal. Skema ini merepresentasikan seluruh muatan informasi yang dikandung oleh suatu basis data tanpa dibatasi oleh perangkat keras dan lunak yang ada.

Skema harus dapat menggambarkan suatu objek yang dimiliki oleh basisdata beserta hubungan-hubungan objek yang dimilikinya. Skema yang termodelisasi sebagai struktur dari basisdata disebut sebagai model basisdata atau model data. Model data setidaknya terdiri dari 3, yaitu :
1. Entity-Relationship Model
E-R model didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata, dunia ini senantiasa terdiri dari sekumpulan objek yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Suatu objek disebut entity dan hubungan yang dimilikinya disebut relationship. Suatu entity bersifat unik dan memiliki atribut sebagai pembeda dengan entity lainnya. Misalnya:
entity Mahasiswa, mempunyai atribut nama, umur, alamat no. ktm.
Pemodelan data dengan model E-R menggunakan diagram E-R. Diagram E-R terdiri dari :
• Kotak persegi panjang, menggambarkan himpunan entity
• Elip, menggambarkan atribut-atribut entity
• Diamon, menggambarkan hubungan antara himpunan entity
• Garis, yang menghubungkan antar objek dalam diagram E-R

2. Objek-Oriented Model
Model berorientasi objek merupakan model yang berbasiskan kumpulan objek yang dimana setiap objeknya memiliki elemen-elemen sebagai berikut:
• Nilai yang diassigment dalam variabel instant.
• Metoda
• Kelas, dan
• Sending a message

3. Model-model lojik berbasis record.
Model lojik terdiri dari tiga model yaitu:
• Model Relasional (Retalional Model)
Model relasional merupakan suatu pemodelan basisdata melalui penggunaan tabel-tabel yang berelasi. Setiap tabel terdiri dari baris dan kolom, sedangkan setiap kolom memiliki nama yang unik.
• Model Jaringan (Network Model)
Data dalam model jaringan direpresentasikan sebagai record dan relasinya dilakukan melalui link. Link dianggap sebagai pointer dan record-record diorganisasikan secara graf.
• Model Hirarki (Hirarchical Model)
Data dalam model ini hampir sama dengan model jaringan yaitu menggunakan record sebagai interprestasi data dan link sebagai relasinya, namun perbedaan yang dimiliki model hirarki terhadap model jaringan ialah model ini diorganisasikan secara tree.

Layman menyatakan bahwa model relasional merupakan perwakilan dari suatu informasi kedalam bentuk tabel-tabel yang saling berhubungan diantaranya melalui kesamaan nilai yang dimilikinya. Tabel mendifinisikan suatu informasi melalui baris yang berisi data/informasi aktual dan field/kolom sebagai suatu entity. Sedangkan untuk kedua model yang lainnya lebih menggunakan cara yang lebih eksplisit dalam mewakili hubungan antar tabelnya.
Selain Layman, Edgar F. Codd ialah tokoh yang memperkenalkan "A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks" sebagai salah satu definisi untuk sistem manajemen basis data relasional melalui 12 hukum Codd-nya. Dalam perkembangan implementasinya hukum Codd tersebut tidak dapat diterapakan sepenuhnya ke dalam basis data relasional, namun dalam deskripsi-termonologinya untuk basis data relasional setidaknya mencakup kriteria minimun sebagai berikut:
1. Menyajikan data pada pengguna dalam bentuk relasional
2. Menyediakan operator relasioanl untuk memanipulasi data

sumber :
http://knowit.comlabs.itb.ac.id/index.php?topic=26.0
http://www.total.or.id/info.php?kk=relational%20model

cara data dikomunikasikan

oleh Faisal Akib

Bedanya antara jaringan komputer dan komunikasi data yaitu komunikasi data lebih cenderung pada kehandalan dan efisiensi transfer sejumlah bit-bit satu titik ke tujuannya sedangkan jaringan komputer menggunakan teknik komunikasi data tetapi lebih mementingkan arti dari tiap bit dalam proses pengiriman hingga diterima di tujuannya

Komunikasi data adalah transmisi data elektronik melalui media. Media tersebut dapat berupa kabel tembaga, fiber optik, radio frequency dan micro wave (gelombang mikro) dan sebagainya (dibahas pada komponen jaringan). Sistem yang memungkinkan terjadinya transmisi data seringkali disebut jaringan komunikasi data.


Misalkan perangkat input dan transmitter merupakan komponen sebuah personal computer (PC). Seorang user pada sebuah PC akan mengirim pesan m ke user lain. User ini akan mengaktifkan paket electronic mail pada PC dan mengetik pesan melalui keyboard (perangkat input). Karakter string yang dibuat akan disimpan di buffer pada memori utama. PC ini dihubungkan dengan media transmisi, seperti kabel atau telepon melalui perangkat I/O (transmitter), contohnya transceiver atau modem. Pesan tadi akan ditransfer ke transmitter sebagai sebuah barisan voltase [g(t)] yang merepresentasikan bit-bit pada kabel atau bus komunikasi. Transmitter dihubungkan langsung ke medium dan mengkonversi aliran yang datang [g(t)] menjadi sinyal [s(t)] yang memungkinkan untuk ditransmisikan/dirambatkan.

Sinyal yang ditransmisikan s(t) merambat melalui media komunikasi/sistem transmisi – menjadi objek gangguan dalam transmisi sehingga r(t) bisa saja berbeda dengan s(t) - dan diterima oleh receiver sebagai r(t). Receiver berusaha menganalisis keaslian s(t), di dasarkan pada r(t) dan pengetahuannya atas media, yang menghasilkan rangkaian bit g’(t). Bit-bit ini di kirim ke komputer output, dimana bit-bit tersebut di tahan dalam memori sebagai (g’). dalam beberapa kasus, sistem tujuan (destination) akan berusaha memperingatkan jika terjadi error, dan untuk selajutnya bekerja sama dengan sistem sumber sampai akhirnya mendapatkan data yang bebas dari error (error-free data). Data ini kemudian diberikan kepada user melalui suatu perangkat output, seperti printer atau layar monitor . Pesan (m’) sebagaimana dilihat oleh user biasanya merupakan salinan dari pesan aslinya (m).

sumber :
http://teknik-informatika.com/komunikasi-dat
wordpress.com

Senin, 28 Desember 2009

PENGARUH BUDAYA INDONESIA TERHADAP PRODUKSI MOBIL DI LUAR NEGERI

Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar bagi produsen mobil di Luar Negri seperti Toyota, Mercy. Tapi penerapan produksinya harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada di indonesia. Bila di Luar Negeri kebanyakan mobil menggunakan setir kiri, sedangkan di indonesia mobil menggunakan setir kanan, sehingga produsen harus memperhitungkan hal tersebut bila ingin produkmya laku di indonesia.

Para konsumen di indonesia sudah terbiasa menggunakan setir di sebelah kanan sedangkan di Luar Negeri di sebelah kiri, oleh karena itu produsen harus bisa mengetahui budaya orang-orang di Indonesia dalam hal mengendarai mobil, dan peraturan lalu lintas di Indonesia.

Bila produsen memproduksi mobil yang sama tapi setirnya berbeda maka yang lebih laku di Indonesia adalah yang menggunakan setir kanan, karena di indonesia sudah terbiasa menggunakan setir kanan

Segmentasi Pasar Pada Taman Margasatwa Ragunan



Berdasarkan video di atas maka dapat disimpulkan bahwa salah satu tempat rekreasi di Jakarta yang cukup terkenal yaitu Taman Margasatwa Ragunan. Kebun binatang ini selalu ramai dikunjungi orang setiap harinya karena letaknya yang strategis karena bisa dijangkau dengan busway, metromini, angkot, maupun kendaraan pribadi. Selai itu harga tiket masuknya yang tergolong relatif murah yakni sebesar Rp 4000 untuk anak-anak dan Rp 5000 untuk dewasa. Harga tiket tersebut sudah termasuk biaya asuransi kecelakaan yakni sebesar Rp 500 per orang.

Dari sudut pandang perilaku konsumen ternyata motivasi orang mengunjungi tempat ini kebanyakan adalah untuk reflesing, atau hanya sekedar jalan-jalan bersama keluarga. Segmentasi untuk kebun binatang Ragunan ini mencakup semua golongan dan lapisan masyarakat yakni mulai dari anak-anak, remaja hingga orang tua baik itu laki-laki maupun perempuan dan tidak membedakan status pekerjaan, ekonomi dan strata di dalam masyarakat karena semuanya memiliki tujuan yang relatif sama yaitu kebutuhan akan reflesing.

Tugas Kelompok :

Agus Purna Irawan 10207061
Indra Hadi Wijaya 10207560
Fahri Yuliansyah 11207241
Yeti Madianti 11207190

Persepsi Konsumen terhadap produk musiman

Persepsi konsumen adalah cara pandang seorang konsumen tehadap suatu produk apakah produk tersebut baik atau buruk secara kualitas, harga, bentuk, dan manfaat sebelum ia mengambil keputusan pembelian. Produk musiman tentunya dibutuhkan orang pada musim-musim tertentu, dari sanalah tentunya seorang produsen berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen. Berikut adalah sebagian besar produk musiman di Indonesia.

Nama produk : Terompet,pohon natal,rambutan,mangga,ketupat,sapi,bendera, kurma


Dari data di atas dapat kita ketahui bahwa setiap produk yang dijual itu mempunyai waktunya masing-masing. Seorang produsen terompet tentunya tidak akan menjual terompetnya pada bulan maret, atau bulan-bulan lainnya selain bulan desember, karena konsumen mempunyai persepsi bahwa terompet itu baru ada manfaatnya saat tahun baru tiba, sesudah dari itu terompet tidak ada gunanya lagi. Produsen yang memproduksi terompet harus menyiasati bagaimana agar produknya bisa laku terjual sebelum tahun baru tiba. Karena kalau produk itu tidak terjual tentunya ia akan mengalami kerugian atau setidaknya bila awet bias saja dijual kembali tahun depan.

Lain halnya dengan terompet, konsumen mempunyai persepsi yang berbeda terhadap rambutan, mangga dan kurma. Pada musimnya pada umumnya buah-buah tersebut mudah dijumpai di pasaran. Hal itu yang membuat harganya murah, namun ada kalanya seseorang ingin mengkonsumsi buah-buah tersebut padahal belum musimnya. Kalaupun ada yang menjual pastilah harganya relatif mahal, tapi orang yang benar-benar menginginkannya tentu akan rela mengeluarkan uang berapapun. Sehingga persepsi konsumen ini terbentuk karena faktor kebutuhan

Nilai Guna Sebuah Barang

Barang yang kita miliki pasti memiliki nilai tersendiri, tapi barang tersebut bisa jadi tidak bernilai di mata orang lain, dan tahukah anda bahwa nilai sebuah barang dapat berubah-ubah? Nilai sebuah barang bisa berubah karena disebabkan oleh empat faktor, yaitu sbb:

1.Berdasarkan waktu

Contoh: Sebuah HP Nokia N series pada awal peluncuran harganya berkisar di atas 4 juta, namun 1 tahun kemudian mungkin harganya hanya 2 jutaan, hal ini terjadi karena perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga bermunculan HP baru yang lebih canggih (smartphone) sehingga harga produk lama menjadi turun.

2. Berdasarkan tempat

Contoh: Pasir di sungai di mata seseorang tidak bernilai, namun bila pasir tersebut sudah dikumpulkan dan di bawa ke toko material maka akan mempunyai nilai tentunya bagi konsumen yang memerlukannya untuk membangun rumah. Dalam hal ini faktor tempat yang mempengaruhi nilai suatu barang.

3. Berdasarkan bentuk

Contoh: Eceng gondok, merupakan tanaman liar yang banyak terdapat di danau, sungai, waduk, atau perairan lainnya. Tapi bagi sebagian orang yang mempunyai daya kreatifitas yang tinggi tanaman ini bisa diolah sedemikian rupa hingga menjadi barang-barang kerajinan yang mempunyai nilai jual tinggi seperti tas, sandal, kotak tisu, dll. Ini berarti wujud eceng gondok yang sudah diolah akan lebih bernilai daripada yang belum diolah.

4. Berdasarkan kepemilikan

Contoh: Pakaian bekas para artis mungkin sudah tidak ada nilainya lagi di mata mereka, namun bila mereka memberikannya kepada para fans tentunya nilai dari pakaian itu akan berbeda, karena para fans akan menganggap bahwa pakaian artis adalah sesuatu yang istimewa sekalipun itu pakaian bekas.